Kesulitan membuat resolusi? Baca ini!

 

Happy New Year 2019, parents… Apa resolusi Anda tahun ini? Semoga resolusi di tahun ini tercapai dan 2019 menjadi tahun keberuntungan Anda. Nah, bagaimana jika Anda belum memiliki resolusi di tahun 2019? Apa yang menjadikan Anda merasa sulit untuk membuat sebuah resolusi? Kenali penyebab dan solusinya yuk! 

1.Kegagalan di tahun lalu yang menyebabkan Anda kurang percaya diri membuat resolusi

Coba jujur kepada diri Anda kalau salah satu kesulitan membuat resolusi dikarenakan kegagalan di tahun sebelumnya. Memang rasa takut akan kegagalan yang kembali terulang menyebabkan rasa traumatik tersendiri. Anda tidak akan lagi berpikir yang muluk-muluk dan menjalani hidup dengan biasa-biasa saja tanpa sebuah tujuan.

Solusi : Hi mum, Semua orang pernah gagal. Bahkan orang sukses sekalipun, pernah dan kemungkin bisa gagal di kemudian hari. Tetapi apakah mereka menyerah? Tentu tidak!

Sikap pantang menyerah dan optimis ini yang menjadikan mereka tetap percaya diri menjalani hidup. Selain itu, coba kenali penyebab kegagalan di masa lalu dan perbaiki!

2. Membiarkan hidup mengalir begitu saja

Memang tidak ada yang salah jika Anda memiliki prinsip demikian. Tetapi jangan salahkan nasib jika Anda pun akan begitu-begitu saja.

Solusi : Cobalah untuk berpikir out of the box dan berani untuk mengemukakan apa yang Anda cita-citakan dan rencanakan. Dengan memiliki resolusi, Anda juga akan lebih fokus dan terarah dalam hidup.

 

We should never give up, parents! Bagaimanapun juga resolusi merupakan hal yang teramat penting. Dan bagi Anda yang memiliki resolusi agar anak Anda mampu berhitung lebih cepat, Anda bisa menghubungi CMA Mental Arithmetic terdekat di rumah Anda. Kami akan dengan senang hati membantu anak Anda berhitung lebih cepat dan tepat.

Selain itu, Metode sempoa dua tangan dan mental aritmetika yang kami miliki tidak hanya efektif untuk berhitung cepat, tetapi juga meningkatkan konsentrasi, daya ingat, imajinasi dan kemampuan otak kanan dan otak kiri yang optimal.

 

Ditulis oleh : Deni Pratomo ( Marketing Communication CMA Mental Arithmetic Indonesia )