Cara Ayah Mengajarkan Anak Laki-Laki

Hello Dad, Membesarkan anak laki-laki tentu tidak sama dengan membesarkan anak perempuan. Sebagai seorang ayah, Anda pastinya ingin mengajarkan berbagai pembelajaran penting untuk masa depan anak agar ia menjadi seorang laki-laki sejati dan kebanggaan Orangtuanya. Berikut Cara Ayah Mengajarkan Anak Laki-Laki :

Dad teaches son

1. Bertanggungjawab

Salah satu ciri laki-laki sejati adalah bertanggung jawab. Ajari anak soal nilai ini sejak dini. Misalnya dengan bertanggung jawab terhadap barang-barang miliknya seperti mainan. Sehingga saat ia semakin dewasa, ia bisa bertanggung jawab terhadap segala pilihan yang dibuat, baik saat memilih sekolah, karier, hingga pasangan hidup. Juga pada hal-hal kecil seperti memilih kendaraan atau hewan peliharaan. Minta ia memikirkan matang-matang setiap keputusan yang diambil, lengkap dengan risiko yang menyertainya

2. Sopan santun

Pastikan anak Anda diajarkan soal pentingnya sebuah sopan santun. Contoh, saat berbicara dengan orang lain, bagaimana ia wajib menghormati orang yang lebih tua, saudara, dan teman. Tekankan juga pentingnya berbuat baik, karena perbuatan baik sekecil apa pun akan berarti besar bagi orang lain.

3. Menghormati orangtua

Orangtua berperan penting dalam membesarkan dan mendidik anak. Karena itu, ajari ia untuk selalu menghormati orangtuanya, sebab kelak ia juga akan menjadi orangtua. Sikap Anda dalam menghormati orangtua Anda -kakek dan neneknya-, akan ditiru dan diingat terus oleh anak sehingga saat ia besar dan berhasil nanti, ia akan selalu ingat dan tidak melupakan jasa kedua orangtuanya. Anda pasti akan bahagia, jika kelak anak Anda selalu menyempatkan diri mengunjungi Anda.

4. Menghargai wanita

Ajari anak memperlakukan wanita dengan hormat dan penuh kasih sayang. Paling sederhana tentu memperlihatkan dari cara Anda memperlakukan ibunya, seperti ketika membukakan pintu atau ciuman mesra saat pulang kerja. Anak secara tidak langsung akan belajar dari Anda. Penting, camkan juga kalau tidak boleh ada kekerasan fisik dalam bentuk apapun terhadap wanita. Hargai wanita, dan coba mulai memahami sifat-sifat uniknya.

5. Menunjukkan rasa sayang

Umumnya, kaum laki-laki merasa sulit mengekspresikan rasa sayang dan perhatian pada sesama atau orang yang dicintainya. Kasih sayang dan perhatian yang Anda curahkan pada anak bisa jadi cara tepat untuk mengajarkan agar balita tidak segan menunjukkannya kepada orang lain. Menurut Melissa Milkie, sosiolog dari University of Toronto, Kanada, anak yang lebih sering meluangkan waktu bersama orangtua akan tumbuh menjadi anak yang penuh kasih sayang dan peka terhadap perasaan orang-orang di sekitarnya.

6. Berjuang demi memperoleh keinginan

Ajarkan pada anak bahwa keinginan tidak selalu bisa langsung diperoleh. Semua perlu proses, tidak bisa didapatkan secara instan. Jika ia meminta mainan baru, katakan kepadanya bahwa kita harus menabung terlebih dulu. Boleh juga sesekali dijadikan reward, jika ia berperilaku baik atau menunjukkan prestasi membanggakan. Libatkan anak dalam sebuah proses, misalnya memasak kue favoritnya. Awali dengan memilih bahan, mengolah, menghidangkan, hingga memakannya. Seru dan pasti mengena.

7. Jadilah pemimpin

Menumbuhkan jiwa pemimpin pada anak bisa dilakukan dengan cara mengembangkan rasa percaya dirinya sejak usia dini. Biasakan anak berani mengutarakan pendapat dan mengambil keputusan, tentunya dengan pendampingan Anda. Salah satu cara adalah dengan sering mengajaknya bersosialisasi atau bermain bersama teman-temannya. Dari sini Anda bisa melihat, bagaimana karakter kepemimpinan anak di dalam kelompok. Setelah itu tinggal Anda arahkan.

8. Jujur

Kejujuran akan mendatangkan kebaikan. Karena itu, latih anak untuk terbiasa berbuat dan berkata jujur. Cara terbaiknya tentu dengan contoh nyata. Meskipun jawaban jujur tentu tak akan memuaskan semua pihak. Tapi jangan kaget jika anak menolak nasi goreng masakan Anda karena perutnya masih kenyang. Jawab dengan sopan, “Terima kasih telah berkata jujur. Ayah senang sekali. Kita simpan untuk nanti saat kamu lapar, ya.”

9. Berhemat

Beth Kobliner, penulis buku Get a Financial Life, mengatakan bahwa konsep berhemat sudah bisa dikenalkan kepada anak sejak usia 3 tahun. Saat mengajak anak belanja bulanan, misalnya. Biasanya anak akan minta dibelikan berbagai macam makanan. Katakan padanya bahwa uang yang Anda bawa terbatas, daftar kebutuhan yang akan dibeli pun banyak. Jadi Anda harus berhemat, dan balita hanya boleh beli satu jenis makanan saja. Harapannya, jika sudah besar nanti, ia akan lebih paham soal pengelolaan dan penggunaan uang dengan bijaksana.

10. Jadi pendengar yang baik

Gentleman always listens attentively. Jadi, ajari anak mendengarkan dengan penuh perhatian. Berikan contoh nyata dengan selalu mendengarkan setiap kali anak bercerita, tanpa memotong sebelum cerita lengkapnya selesai.

source : Ayah Bunda Indonesia