Saat buah hati Anda sedang mengamuk, Anda pasti berusaha menenangkannya. Namun, percaya atau tidak, amukan atau tantrum merupakan bagian penting dari perkembangan emosionalnya. Dan Anda dapat belajar bersikap lebih tenang saat menghadapi anak tantrum
Dilansir dari Parents.com, berikut 5 alasan tantrum sebenarnya adalah hal baik :
Emosi anak yang terpendam menggelembung saat otaknya beristirahat. Sama seperti orang dewasa, anak juga terbangun karena mereka stres atau mencoba memproses sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka.
Jadi ketika anak tantrum, biarkan ia menuntaskan kegundahannya sampai fase akhir. Karena hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan membantu tidur nyenyak sepanjang malam.
Kemungkinan anak mengamuk karena Anda mengatakan ‘tidak’ padanya. Mengatakan ‘tidak’ memberi anak batasan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak. Anda mungkin selalu meng-iya-kan permintaan anak karena tidak ingin menghadapi dampak emosionalnya.
Tapi sebenarnya dengan berkata ‘tidak’, Anda mengajarkannya tentang penolakan. Tetaplah konsisten dengan keputusan Anda sambil tetap berempati pada kesedihannya dengan memberikan cinta dan pelukan.
Saat anak menjerit, menangis, bahkan menendang barang-barang yang ada di sekitarnya, Anda tak perlu meresponnyanya dengan banyak berkata-kata. Cukup sedikit ucapan tapi meyakinkan dan menghangatkan.
Dan biarkan ia melewati badai perasaannya. Jika sudah mulai reda, berikan padanya sebuah pelukan. Ia akan menerima uluran tangan Anda tanpa syarat dan menjadi lebih dekat secara emosional dengan Anda.
