Bagaimana Mengetahui Bakat Anak ?

Dear parents… Anda pasti sudah sangat familiar dengan dua istilah ini, yaitu bakat dan juga minat. Namun apakah Anda tahu perbedaan diantara keduanya? Bakat merupakan dasar ( kepandaian, sifat, dan pembawaan ) yang biasanya merupakan kemampuan yang ada sejak lahir. Sementara, minat merupakan kecenderungan hati anak yang tinggi terhadap sesuatu hal yang disukai. Dan ini menjadi  tugas orangtua untuk belajar mengetahui bakat dan minat anak agar tumbuh kembang secara optimal.

Dalam kesempatan kali ini, kami ingin mengajak orangtua lebih mengenal bakat anak. Bagaimanakah caranya?

Tahukah parents, pada umumnya bakat anak akan terlihat saat memasuki usia 10 tahun. Di fase ini, mereka akan banyak mengeksplorasi  segala hal dan mulai memilah mana yang digemari.  Agar tidak keliru, berikut metode untuk menelaah bakat si kecil.

  1. Amati setiap kebiasaan anak

Mengamati si kecil bermain dan berpolah bisa dijadikan cara dasar untuk mengetahui bakatnya. Misalnya, apakah anak Anda merupakan sosok yang lebih banyak diam atau malah sangat percaya diri tampil di banyak orang ? Bila sudah ketahuan bakatnya, saatnya Ayah dan Bunda mengarahkan anak untuk menggali lebih dalam potensinya tersebut. Anda juga bisa meminta bantuan para ahli atau mencari sarana yang tepat agar bakatnya berkembang maksimal

  1. Biarkan anak lebih dalam mengeksplorasi kemampuannya

Cara untuk mengetahui bakat anak selanjutnya adalah dengan membiarkan mereka mengeksplorasi beragam hal yang disukai. Karena  ini merupakan metode untuk ia menemukan bakat terpendamnya. Dan tugas kita sebagai orangtua hanyalah perlu mendukung, mengawasi dan mengarahkan apa yang ia lakukan nantinya.

 

  1. Membangun komunikasi positif

Sebagai orangtua, tentunya ingin mendukung anak dengan cara terbaik dan tidak menghalangi mimpi mereka. Inilah mengapa peranan orangtua dalam membangun hubungan sehat dengan anak-anak teramat penting. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kalimat positif agar anak selalu percaya diri menggapai mimpinya. Tanyakan padanya apa yang yang mereka cita-citakan dan yang menjadi target di kemudian hari.

  1. Menjadi orangtua yang fleksibel

Menggali bakat anak, sebagai orangtua harus menjadi sosok yang fleksibel dan mengikuti perkembangan zaman. Kita harus menyadari bahwa era orangtua dengan anak sangatlah berbeda.  Mungkin saja dulu Bunda lebih menyukai melukis diatas kanvas, namun bsia saja aktivitas ini tidak lagi relevan sekarang ini. Dan si kecil ternyata sangat tertarik untuk belajar animasi. Alih-alih berdebat tanpa ujung mengenai prinsip,cobalah merangkul pemikiran anak hari ini dan libatkan diri lebih jauh di dalamnya.

  1. Mengutamakan proses, bukan kesempurnaan

Menginginkan anak berprestasi, tak ayal menjadikan orangtua lebih tertuju pada hasil akhir seperti juara berapa saat anak mengikuti kompetisi.  Padahal, menghargai proses itulah yang terpenting agar anak tetap terlatih dan maju dengan keterampilan mumpuni.

Alih-alih memaksa anak untuk menjadi yang terbaik, biarkan anak berlatih untuk mendalami apa yang digeluti. Jangan memojokkan anak ketika dia mengalami kegagalan, bukankah kegagalan merupakan modal untuk meraih keberhasilan selanjutnya ?

  1. Jangan menjadi orangtua yang memaksa

Dalam proses mencari bakat, ada kalanya terjadi konflik antara orangtua dan anaknya yang memiliki keyakinan berbeda. Orangtua merasa bahwa anak akan lebih berhasil di bidang yang Anda yakini, sedangkan anak belum tentu berpemikiran sama.

Oleh karenanya, orangtua perlu bersikap lebih sabar dna membiarkan anak fokus pada bidang yang digemari. Selagi anak mendalami bidang yang disukai, jangan menyuruhnya berpindah ke bidang yang lain. Dukung ia sepenuhnya dengan segala proses yang ada.

  1. Memberi pujian

Apapun talenta anak, tentunya akan banyak hal yang dilakukan, diasah sedemikian rupa, bahkan kegagalan yang dialami. Beri mereka pujian atas apa yang sudah dilakukan dan diraih. Bukan memuji hal yang biasa dilakukan semua orang, melainkan memberikan apresiasi terhadap segala usaha dan kerja keras yang dilakukan. Cara ini akan sangat ampuh dalam mendongkrak kepercayaan diri si kecil, otomatis keterampilan anak juga akan berkembang maksimal.