Cara Belajar Dirumah Agar Efektif

 

Dear parents… Sudah lebih dari setengah tahun, institusi pendidikan “merumahkan” murid-muridnya sebagai bentuk social distancing selama pandemi Covid 19 ini. Anak-anak mungkin saja merasa senang karena mereka tidak perlu berangkat ke sekolah. Akan tetapi, ini bukan waktunya untuk bersantai-santai. Karena, ini tentu saja bukan liburan melainkan belajar dari rumah. Lalu bagaimana cara belajar dirumah yang efektif ? Mari simak tips dari kami

 

  1. Pakai kata yang tepat

Ketika orang tua mendapatkan pengumuman bahwa sekolah ditutup, maka Anda perlu berhati-hati dalam meneruskan pesan tersebut pada anak. Alih-alih mengatakan, “Sekolahmu libur selama 2 minggu,” sebaiknya sampaikan, “Semua murid harus belajar di rumah selama 2 minggu.”
 
Kata “libur” dan “belajar di rumah” memiliki persepsi yang berbeda. Ketika mendengar “libur”, anak akan berpikir bahwa ia terbebas dari kewajiban belajar dan bisa santai. Sedangkan, frase “belajar di rumah” punya penekanan pada tanggung jawab yang harus mereka emban.

 

  1. Tumbuhkan Suasana Produktif

Agstried Elisabeth Piether, psikolog pendidikan sekaligus co-founder Rumah Dandelion mengatakan bahwa saat ini mungkin suasananya memang seperti liburan. Terang saja, semua anggota keluarga ada di rumah. Oleh karenanya, Agstried menyebut bahwa tugas pertama orang tua adalah menyesuaikan situasi yang ada di rumah. “Tentu saja tidak bisa anak belajar persis sama seperti dengan situasi di sekolah,” ujarnya. Akan tetapi, menurut Agstried, tujuan pembelajaran harus tetap tercapai.

“Kalau belajar dan bekerja di rumah, akan lebih baik di ruang yang memang didedikasikan untuk bekerja atau belajar,” ujar Agstried memberikan tip untuk menumbuhkan suasana produktif. “Tidak di kamar tidur atau di depan TV. Apalagi kalau TV-nya menyala,” pesannya.

 

  1. Buat Jadwal Untuk Mendisiplinkan

Agstried berpesan agar anak-anak tetap harus menaati jadwal yang sudah ada di rumah sebelumnya, seperti jadwal bangun tidur, mandi, dan sarapan. “Usahakan perubahannya seminim mungkin,” ujar Agstried. Jadi, jadwal ketika anak-anak sekolah normal bisa dijadikan sebagai jadwal belajarnya. Keteraturan adalah kunci agar anak tetap disiplin.

 

  1. Lebih Sabar

Anak-anak tentunya butuh waktu untuk menyingkirkan keengganannya untuk memindahkan aktivitas sekolah ke rumah. Oleh karenanya, Agstried berpesan agar orang tua lebih sabar mendampingi. “Bukan hanya orang tua yang pusing harus beradaptasi dengan situasi ini. Anak pun juga punya konflik sendiri untuk beradaptasi belajar di rumah tanpa guru dan teman-teman,” ujarnya.
 

  1. Fleksibilitas

Walaupun sudah membuat jadwal, orang tua juga perlu punya fleksibilitas. “Lihat situasi. Kalau memang anaknya sedang butuh bergerak, maka jangan metode paper and pencil yang dipakai,” pesannya

 

  1. Pilih Cara yang Menyenangkan

Orang tua bisa mencari cara kreatif untuk menggunakan benda-benda atau mainan favorit anak sebagai alat belajar. Anda bisa mencari laman atau akun percobaan kreatif atau permainan yang dapat melatih kemampuan sensori maupun motorik anak.
 

  1. Manfaatkan Kesempatan

“Dirumahkan” bisa jadi berkah yang patut disyukuri. Artinya, Anda akan punya lebih banyak waktu dan kesempatan untuk bersama anak. Manfaatkan waktu ini sebagai kesempatan belajar tak terbatas. “Belajar tidak hanya berhenti sampai di kegiatan membaca, menulis, berhitung. Tapi justru dalam kondisi ini kita bisa perbanyak metode diskusi dengan anak,” ujar Agstried.