Dear Parents…. Sebagai Orangtua, terkadang tanpa kita sadari kalau cara kita menjalin hubungan dengan para guru justru menyulitkan mereka. Tentu saja, para guru enggan mengatakannya dan akan tetap bersikap ramah. Nah, siapa tahu Anda termasuk yang seringkali melakukan kesalahan-kesalahan saat menjalin hubungan dengan para guru seperti dibawah ini :
- Terlalu Akrab
Kita tentu ingin mengenal dan menjaga hubungan baik dengan guru putra/putri kita. Begitu juga sebaliknya. Tapi, bukan berarti para guru ini perlu Anda jadikan sahabat baru. Jangan salah tangkap, Mom, Anda memang ramah dan hangat, tapi sekolah adalah tempatnya bekerja dan pekerjaannya bukan untuk mengobrol atau mendengarkan curhat Anda.
- Melanggar Aturan
Ternyata, banyak orang dewasa di luar sana yang entah bagaimana merasa kebal dari peraturan. Salah satunya adalah para orangtua yang menurunkan putra/putrinya di halaman parkiran, dan tidak mengantarkannya sampai ke depan pintu kelas.
- Meremehkan Profesi
Jangan pernah bilang pada seorang guru kalau pekerjaan Anda terlalu sibuk sedangkan para guru hanya bekerja setengah hari. Walau demikian pekerjaan seorang guru bukanlah pekerjaan main-main contohnya para guru biasanya datang ke sekolah lebih awal sebelum siswa datang ( beberapa diantaranya tidak bisa mengantarkan putra/putrinya ke sekolah ), tidak dapat menerima telpon saat mengajar, tidak dapat mengambil cuti dan Anda tidak boleh lupa bahwa konsentrasi, perhatian mereka yang tercurahkan pada siswa memiliki pengaruh sangat besar bagi perkembangan mereka dalam belajar.
- Terlalu ‘Bersemangat’
Memberi perhatian pada segala keperluan anak di sekolah jelas bagus. Tapi jangan berlebihan, ya, Mom. Seperti terlalu sering menanyakan ke gurunya mengenai pekerjaan rumah ( PR ) melalui telpon atau sms.
- Tidak Peduli
Sementara ada orang tua yang sangat heboh dan detail terkait kelengkapan putra/putrinya, tidak sedikit juga yang seolah tidak peduli misalnya, tidak memakaikan sepatu olahraga di hari yang sudah ditentukan. Kasihan putra/putri, jadi susah mengikuti kegiatan. Mungkin mereka tidak akan dihukum tetapi ini berpengaruh terhadap psikologis mereka karena akan merasa berbeda dengan teman-temannya.
Referensi : Parenting Indonesia
