Apa itu afeksi? Menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, afeksi adalah rasa kasih sayang. Afeksi sangatlah penting untuk perkembangan otak anak yang sehat. Efek kekerasan dan kurangnya afeksi dari orang tua memiliki hubungan biologis yang kuat yang dapat memengaruhi kesehatan fisik di masa dewasa.
Tingkat afeksi yang tinggi dari seorang ibu cenderung memfasilitasi bonding atau keterikatan. Tidak hanya menurunkan stres, tingkat afeksi yang tinggi juga memungkinkan seorang anak untuk mengembangkan keterampilan hidup, sosial, dan koping yang efektif, yang akan mendukung mereka sebagai orang dewasa.
Cara Menunjukkan Afeksi untuk Anak
Sudah tahu bahwa ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan afeksi atau rasa kasih sayang kita kepada anak? Yuk kita tunjukkan dan praktekkan!
1. Memberikan pelukan
Pelukan/kontak fisik adalah cara yang paling efektif dalam menunjukkan afeksi kepada anak secara langsung. Anak perlu pelukan ya Ibu.
2. Mendengarkan ceritanya
Anak tentunya ingin jadi bagian yang penting dari hidup orang tuanya dan tentu ingin menunjukkannya. Caranya cukup sederhana, tapi dampaknya besar: mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian.
3. Libatkan dalam pengambilan keputusan
Dalam mengambil keputusan, libatkanlah Anak dengan menanyakan pendapat mereka.
4. Memberikan apresiasi
Berikan apresiasi saat anak berhasil melakukan sesuatu. Berikan pujian yang spesifik dan lebih berfokus pada prosesnya sehingga menjadi penambah rasa percaya diri untuk anak.
5. Berikan perhatian yang saama dan hindari membandingkan anak dengan satu sama lain
Habiskan waktu individu dengan setiap anak jika memiliki lebih dari satu anak. Ingat! Setiap anak adalah spesial.
6. Mengucapkan terima kasih
Kita selalu mengajarkan anak untuk mengucapkan “terima kasih” setiap seseorang melakukan sesuatu untuknya. Namun, sudahkah kita berterima kasih pada anak kita?
7. Meluangkan waktu untuk bermain bersama
Tidak ada cara paling baik selain meluangkan waktu untuknya. Habiskan waktu bersama anak dengan memainkan permainan yang ia sukai. Bahkan sampai dewasa nanti, anak akan selalu ingat hal ini.
8. Mengajarkan hal-hal baru
Ajarkan hal-hal baru kepada anak. Misalnya mengajari anak memasak, pergi ke museum, atau mengajaknya ke kantor untuk mengenali apa pekerjaan orang tuanya.