Peluang menjadi model cilik semakin terbuka lebar saat ini. Ada banyak media penerbitan yang mengadakan ajang pencarian model cover majalah, berbagai brand fashion, toiletries, popok, bahkan mal mulai agresif mengadakan acara serupa untuk mencari wajah-wajah baru untuk diorbitkan sebagai model cilik. Mereka tak hanya akan menjadi model cover atau bintang iklan, tetapi juga sebagai model catwalk, brand ambassador, bahkan artis. Intinya, model cilik telah menjadi profesi yang sama menggiurkan seperti model dewasa.
Anak menunjukkan minat kepada dunia modeling? Atau Anda tertarik mengorbitkan ia menjadi artis cilik? Kursus atau sekolah modeling mungkin bisa jadi jawaban. Di sana, anak tak hanya belajar seputar dunia modeling dan catwalk, tetapi juga berbagai pengetahuan dasar seputar koreografi , show dance, pengenalan akting, presenter, dan praktik foto. Jika sudah mahir, anak bisa mengikuti kelas khusus, seperti kelas model, kelas akting, atau kelas presenter.
Nah, kalau Mama tertarik, ada satu aturan yang perlu Anda dan anak ketahui sebelum memutuskan berkecimpung di dunia ini: Aktivitas modeling hanyalah bersifat ‘tambahan’, seperti halnya ekstrakurikuler di sekolah, bukan ‘pekerjaan’ bagi si kecil, yang bertujuan mendapatkan penghasilan. Meski banyak iming-iming materi di balik profesi ini, jangan sampai kegiatan modeling mengganggu aktivitas utama si kecil di sekolah, ya, Ma.
source : Parenting
