Kenali Tanda Stres Pada Anak

Stres tidak hanya orang dewasa saja yang mengalami akan tetapi anak Anda  juga bisa mengalami stres. Terlebih karena ia belum mengerti bagaimana cara efektif untuk menyelesaikan masalah. Dalam hal ini tanda stres pada anak memang lebih sulit untuk diketahui, apalagi jika anak bukan termasuk yang mudah mengungkapkan apa yang ia rasakan. Mereka sendiri bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami stres.  Ada beberapa tanda stres pada anak  yang harus Anda perhatikan sebagai orang tua :

1. Munculnya perilaku negatif

 

Perhatikan kalau akhir-akhir ini anak menunjukkan perubahan perilaku yang kurang baik. Apakah anak jadi mudah marah, tersinggung, mengeluh, membantah, atau menangis?

Kebiasaan anak untuk jujur yang biasa dilakukannya mungkin berganti perlahan menjadi kerap berbohong dan menyalahi aturan di rumah.

Sebagai contohnya anak tidak jujur dengan nilai yang didapatkannya di sekolah serta menolak mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang jadi tanggung jawabnya

 

2. Anak Suka Menyendiri

Adapun anak yang mengalami stres dapat terlihat dari perilakunya yang cenderung lebih suka menyendiri. Anak akan menarik diri dari segala bentuk interaksi, baik dengan teman-teman maupun keluarga, dan lebih suka menghabiskan waktu mengurung diri di dalam kamar. 

 

  1. Mengalami Gangguan Tidur

 Stres pada anak juga akan menimbulkan gangguan pola tidur. Ia akan mengalami sulit tidur, atau sering terbangun tiba-tiba di tengah malam karena bermimpi buruk.

 

  1. Anak Akan Lebih Emosional

Anak yang mengalami gejala stres akan cenderung lebih emosional dari sebelumnya. Anak Anda akan mudah marah, menangis, mengeluh serta membantah segala perkataan orang di sekitarnya.

 

  1. Anak Sulit berkonsentrasi

Karena merasa stres yang dialaminya, anak pun akan sulit berkonsentrasi. Kesulitan dalam berkonsentrasi tersebut dialami Anak saat ia belajar di sekolah, mendengarkan perintah dari orangtua.

Anda perlu perhatikan kalau anak cenderung menatap kosong ke depan atau menunduk saat melakukan aktivitas-aktivitas seperti biasanya. Hal tersebut bisa menjadi tanda anak sudah tidak konsentrasi lagi .