Aritmetika adalah ilmu hitung yang merupakan dasar dari matematika. Dengan menguasai dan menyenangi ilmu hitung, diharapkan anak akan lebih percaya diri dan senang belajar matematika. Namun tujuan akhir dari belajar mental aritmetika adalah untuk melatih optimalisasi fungsi otak kanan dan otak kiri. Mental aritmetika bisa dipelajari oleh siapa saja. Akan tetapi usia yang paling efektif untuk belajar mental aritmetika adalah usia 3 tahun sampai dengan 12 tahun. Pada rentang usia inilah kemampuan fungsi otak bisa dilatih secara optimal. Karena ibarat pohon, anak usia dini bagaikan tunas dan dapat dibentuk seperti apa yang kita inginkan.
Ada beberapa tahapan atau tingkatan dalam belajar mental aritmetika. Dengan metode dan kurikulum yang sistematis anak diajarkan konsep perhitungan tambah kurang, perkalian, dan pembagian. Konsep tambah kurang adalah dasar dari perhitungan perkalian dan pembagian. Sehingga awal mula siswa harus terlebih dahulu menguasai konsep tambah kurang dengan menggunakan sempoa. Semua konsep tersebut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga anak mudah memahami, misalnya dengan irama, cerita, dan metode-metode lainnya. Setelah anak menguasai semua konsep tambah kurang menggunakan sempoa dilanjutkan dengan berlatih mental aritmetika. Melalui gerakan-gerakan tangan seperti ketika menggerakkan sempoa. Pada saat inilah kerjasama antara otak kanan dan otak kiri dilatih secara kontinyu.
Ketika anak sudah menguasai konsep mental aritmetika tambah kurang, maka dilanjutkan dengan pengenalan konsep perkalian dan pembagian. Seperti konsep tambah kurang, konsep perkalian dan pembagian juga kemudian dilanjutkan dengan berlatih mental aritmetika perkalian dan pembagian. Kembali kerjasama otak kanan dan otak kiri dilatih. Dari sinilah kemudian dikembangkan variasi perhitungan menggunakan sempoa yang melatih kemampuan kognitif dan intuitif. Yaitu dengan operasi perhitungan tambah, kurang, kali dan bagi, baik menggunakan sempoa maupun mental secara kontinyu dan terprogram. Dengan berbagai variasi konsep dan kurikulum yang komprehensif, penelitian membuktikan belajar mental aritmetika dapat meningkatkan kemampuan otak kanan dan kiri. Dengan optimalnya kemampuan otak kanan dan otak kiri secara otomatis berpengaruh juga pada kemampuan menguasai pelajaran-pelajaran lainnya diluar matematika.
photo source : cma philippines
