Perkembangan Otak Anak Kurang Maksimal? Ini Ciri-cirinya

Perkembangan otak anak yang kurang maksimal dapat diketahui dari tingkah laku anak sehari-hari. Apa saja ciri-cirinya? 

Yuk kenalilah fungsi otak manusia

Otak manusia terdiri dari beberapa bagian; yaitu otak besar, otak kecil, otak tengah, dan sumsum otak. Semua bagian otak ini memiliki fungsi dan peranan sebagai berikut: 

  • Otak besar berfungsi untuk mengatur berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kognitif, seperti ingatan, kepandaian, pertimbangan, dan kesadaran. 
  • Otak tengah berfungsi  mengatur refleks mata dan pendengaran.
  • Otak kecil berfungsi mengatur koordinasi otot, keseimbangan, dan postur tubuh.
  • Sumsum otak berfungsi untuk menghubungkan sinyal saraf dari tulang belakang ke otak. Bagian ini juga berfungsi untuk melakukan kontrol pada proses pernapasan, tekanan darah, detak jantung, dan pencernaan. 

Seluruh bagian tersebut hanya akan berfungsi dengan optimal jika ada interaksi yang baik pada setiap sel saraf otak yang disebut sinaps. 

Jika interaksi tersebut tidak terjalin dengan baik, otak tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya & akan mulai terjadi gangguan fungsi otak pada anak.

 

Apa Ciri-Ciri Gangguan Fungsi Otak Pada Anak?

  • Gangguan Motorik Kasar 
    • Gerakan yang tidak seimbang antara anggota tubuh kiri dan kanan.
    • Kurangnya gerakan spontan saat bayi diberikan rangsangan. 
  • Gangguan Motorik Halus
    • Dominasi pada satu tangan di bawah usia 1 tahun
    • Memasukkan barang-barang ke dalam mulut setelah si kecil berusia 14 bulan. 
  • Gangguan Bicara dan Bahasa (Ekspresif)
    • Anak melontarkan kata-kata yang masih sulit dipahami pada usia 30 bulan.
    • Anak kurang tertarik pada suatu benda di usia 20 bulan. 
  • Gangguan Bicara dan Bahasa (Reseptif)
    • Anak tidak merespons saat dipanggil namanya.
    • Anak tidak tertarik untuk berkomunikasi dengan orang lain pada usia 20 bulan.
    • Anak sering mengulang ucapan orang lain setelah usia 30 bulan.
  • Gangguan Sosio-Emosional
    • Anak pada usia 6 bulan jarang menunjukkan ekspresi wajah, seperti senyum.
    • Pada usia 12 bulan, anak tidak merespons saat dipanggil namanya. 
    • Pada usia 15 bulan, anak belum mampu mengucap kata-kata.
    • Usia 1 tahun ke atas, anak tidak memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman seusianya.

 

Tips Mencegah Gangguan Perkembangan Otak pada Anak

  • Perhatikan asupan nutrisi anak sejak usia dini. Anak yang masih berusia 0–6 bulan perlu mendapatkan ASI secara eksklusif agar kebutuhan nutrisi hariannya senantiasa terpenuhi. Ketika anak beranjak ke usia 6 bulan atau lebih, orang tua perlu memberikan makanan pendamping ASI
  • Ketika berusia 1 tahun atau lebih, melengkapi asupan nutrisi anak sehari-hari dengan pemberian susu yang mengandung Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA). DHA dan AHA merupakan asam lemak tak jenuh ganda, yang membantu pembentukan dan perkembangan sel saraf, serta mengoptimalkan interaksi pada setiap sinaps yang ada di otak.
  • Kesehatan saluran pencernaan juga mesti diperhatikan. Karena terdapat hubungan dua arah antara otak dengan saraf yang mengatur fungsi saluran cerna (gut-brain connection).
  • Perhatikan juga hubungan saluran pencernaan dan otak, yaitu hormon, metabolisme energi, asupan kalori, serta kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi.