Dear Parents, Baru-baru ini Pokemon GO tengah menjadi pembicaraan banyak orang. Bukan lagi dalam bentuk serial kartun, melainkan dalam bentuk game. Berbeda dengan game kebanyakan yang lebih banyak bermain di dalam ruangan dan hanya mengandalkan gerakan jari-jari tangan. Pokemon GO dimainkan diluar ruangan, dan bersifat augmented reality dimana Pokemon akan dimunculkan bersama area tempat bermain pada layar gadget. Maka dari itu Pokemon GO memerlukan GPS dan Kamera.
Tetapi ada kabar kurang menyenangkan dari permainan ini. Disebutkan di situs Gamerant pemuda 21 tahun, Mike Shultz harus rela tangannya diamputasi karena cedera serius setelah jatuh dari skateboard, mengejar Pokemon. Tidak hanya itu, kecelakaan-kecelakaan lain juga terjadi akibat terlalu serius menangkap Pokemon. Menurut Lucky Palupi, pengajar Sekolah Kembang sekaligus pemerhati teknologi, “Seperti umumnya game lain, Pokemon GO memiliki manfaat dan bahaya.” Salah satu manfaatnya adalah anak akan mendapatkan manfaat terekspos alam sekitar. Jika sebelumnya ia lebih banyak berdiam di rumah, sehingga kurang terpapar sinar matahari, dengan bermain Pokemon GO, anak jadi terkena sinar matahari dan menghirup udara segar. Sedangkan bahayanya, ketika anak berburu di mal, misalnya, dan ia tidak menyadari lingkungan sekelilingnya, bisa saja ia tergelincir di lantai atau eskalator. Atau, menabrak orang lain, lalu terjatuh.”
Selain itu, Lucky juga menambahkan beberapa hal berikut yang perlu Anda perhatikan saat anak bermain Pokemon GO :
- Demi keamanan, anak harus didampingi oleh orang dewasa (orang tua, kakak, atau sepupu yang lebih tua adalah kemungkinan terbaik!). Sebelum pergi keluar rumah atau menjelajah tempat-tempat umum, orang tua harus membuat kesepakatan dengan anak. Misalnya, waktu bermain (kapan dan berapa lama), di mana boleh bermain (tempat umum, di rumah, atau di lingkungan yang sudah dikenal).
- Beri penjelasan kepada anak atau orang dewasa yang mendampingi. Sebelum memasuki tempat baru, pelajari terlebih dahulu. Gunakan Google Map atau Street View untuk melihat keadaan lingkungan tersebut. Jika berburu di mal, perhatikan juga letak eskalator, suasana mal, dan jalanan, letak selokan, kondisi trotoar, dan seterusnya. Sudah banyak kasus kecelakaan kecil, seperti terperosok di selokan atau salah memasuki ruangan.
- Usahakan anak selalu berjalan di pinggir kiri dengan pendamping di sebelah kanan (jangan biarkan ia pergi sendiri!). Jelaskan kepada anak agar tidak berlari atau berjalan cepat, sehingga gerakannya tidak mengganggu orang lain di sekitarnya.
- Orang tua perlu memberi pengertian kepada anak bahwa ada tempat-tempat umum yang tidak boleh dimasuki (dan anak harus mematuhi ini!).
- Hentikan permainan ketika anak akan menyeberang jalan, menaiki/menuruni tangga, atau hari sudah gelap.
